Analisis SWOT dan Methodenya
KATA PENGANTAR
Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah
S W T atas segala rakhmat, hidayah dan karunianya sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu.
Makalah yang berjudul “Analisis SWOT Beserta Metodenya” penulis ajukan
untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Renstra Pendidikan pada program studi Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Majalengka.
Kesulitan dan hambatan yang di alami penulis dalam
penyusunan makalah ini dapat teratasi berkat dorongan dari semua pihak,
terutama dosen mata kuliah Renstra
Pendidikan. Maka dari itu pada kesempatan ini penulis
menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tinggiya kepada
yang terhormat :
1.
Ibu Dra. Sri Sumartini, M.pd. selaku dosen mata kuliah Renstra Pendidikan
2.
Dosen-dosen
Bahasa dan Sastra Indonesia yang telah membekali pengetahuan dan wawasan.
3.
Orang tua
dan keluarga atas dukungan moril dan materilnya
4.
Rekan-rekan
mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia yang telah memberikan saran dan dukungannya.
5.
Semua
pihak yang telah membantu terwujudnya makalah ini.
Mudah-mudahan amal baik mereka diterima oleh Allah S.W.T
sebagai amal sholeh dan mendapat balasan yang setimpal.
Akhirnya penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari kesempurnaan. Oleh karna itu segala kritik dan saran yang bersifat
membangun sangat penulis harapkan.
Semoga makalah ini dapat digunakan sebagai mana mestinya
dan dapat bermanfaat bagi kemajuan dunia pendidikan, khususnya bagi penulis dan
mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Majalengka.
Majalengka, April 2015
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman Judul................................................................................................. i
Kata Pengantar............................................................................................... ii
Daftar Isi....................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah..................................................................... 1
B. Identifikasi Masalah............................................................................ 3
B. Rumusan
Masalah............................................................................... 3
C. Tujuan Penulisan................................................................................. 3
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Analisis SWOT................................................................ 4
B. Faktor-faktor Analisis SWOT............................................................ 7
C. Faktor
Lingkungan dalam Analisis SWOT........................................ 8
D. Visi dan Misi................................................................................... 10
E. Metode
Survey................................................................................. 12
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan...................................................................................... 15
B. Saran................................................................................................. 15
Daftar Pustaka.............................................................................................. 17
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sekolah merupakan salah satu lembaga
pendidikan yang memiliki peran besar dalam pengembangan kemampuan akademiknon
akademik dan bahkan moral para siswa yang berada di dalamya. Sekolahpun menjadi
salah satu ujung tombak bagi perkembangan dan kelangsungan sebuah negara.
Karena itulah keberadaan sebuah sekolah yang memiliki kualitas dan kredibilitas
yang baik dalam berbagai aspek mutlak diperlukan bagi segenap anak Indonesia.Ditambah
lagi jika melihat tujuan pendidikan Negara Kesatuan Republik Indonesia, salah
satu alasannya adalah betapa pendidikan yang berkualitas memang berhak diterima
oleh setiap tingkatan pendidikan anak Indonesia. Meskipun demikian, pencapaian
kualitas yang diharapkan ini tidak semua sekolah maupun lembaga pendidikan
mampu meraihnya. Bahkan secara umum, sistem pendidikan Indonesia masih perlu
dilakukan perbaikan secara menyeluruh dan kontinyu untuk mencapai kebaikan
dalam tujuan pendidikan nasional. Pendidikan juga dituntut dapat mempersiapkan sumber
daya manusia yang kompeten agar mampu bersaing dan juga kooperatif di dunia
global.
Salah satu upaya kreatif yang harus
dilakukan adalah dapat memformulasikan Rencana Startegi (Renstra). Renstra
mencerminkan perwujudan ideal dan hal-hal yang harus dicapai di masa yang akan datang.
Analisis SWOT merupakan
analisis dari kekuatan dan kelemahan dari suatu perusahaan atau organisasi
serta peluang dan ancaman di lingkungan eksternalnya. Hal ini melibatkan
penentuan tujuan usaha bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal
dan eksternal yang baik dan menguntungkan untuk mencapai tujuan tersebut.
Dengan kata lain tujuan sebuah lembaga harus memperhatikan analisis SWOT yang
ada dan akan muncul.
Analisis SWOT memilliki banyak manfaat,
selain dapat mengetahui kelebihan, kekurangan, peluang, dan hambatan, analisis
SWOT juga akan mampu memberikan gambaran atau langkah yang harus dilakukan
untuk mengoptimalkan kinerja sebuah lembaga. Lembaga, dalam hal ini sekolah
dapat mengambil tindakan terhadap cara mengatasi kekurangan dan hambatan serta
meningkatkan kualitas kelebihan dan peluang yang dihasilkan dari proses
analisis SWOT. Salah satu cara yang kontekstual yaitu dengan cara menyusun
rencana dengan matang. Dengan demikiann jelalslah betapa pentingnya lembaga
dalam hal ini sekolah untuk menganalisis SWOT secara mendalam.
Pada kenyataannya banyak sekolah yang
menganggap bahwa analisis SWOT itu tidaklah penting. Hasilnya daya saing
lulusan sekolah sangat jauh dari harapan yang diinginkan. Hal ini karena kurang
pahamnya lembaga terhadap tantangan lulusan setelah terjun ke lapangan. Selain
itu tidak adanya tindak lanjut terhadap hasil dari analisis SWOT yang telah
dilaksanakan atau sudah ada. Sehingga hasilnya tidak maksimal bahkan lembaga
sekolah tidak memiliki acuan yang jelas dalam menyusun rencana. Oleh karena itu
penulis membuat makalah dengan judul “Analisis SWOT Beserta Metodenya”
B. Identifikasi
Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di
atas, identifikasi masalah yang ada dalam makalah ini adalah sebagai berikut.
1.
Banyak
sekolah yang menganggap bahwa analisis SWOT tidak terlalu penting dalam
penyusunan sebuah rencana.
2.
Banyak
sekolah yang tidak menindaklanjuti hasil dari analisis SWOT.
C. Rumusan
Masalah
Berdasarkan identifikasi di atas rumusan masalah dalam
makalah ini adalah sebagai berikut.
1.
Apa yang dimaksud analisis SWOT ?
2.
Bagaimana langkah-langkah dalam analisis SWOT ?
3.
Faktor lingkungan apa saja yang mempengaruhi analisis SWOT?
4.
Apa pengertin visi dan misi?
5.
Apa yang dimaksud dengan metode survey dalam analisis SWOT?
D. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas
tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut.
1.
Mengetahui pengertian analisis
SWOT .
2.
Mengetahui langkah-langkah dalam analisis SWOT
3.
Mengetahui Faktor lingkungan yang
mempengaruhi analisis SWOT.
4.
Mengetahui pengertian visi dan misi?
5.
Mengetahui pengertian metode survey
dalam analisis SWOT?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN ANALISIS SWOT
Analisis
SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi
kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan
ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat
faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses,
opportunities, dan threats).
Proses
ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek
dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang
tidak dalam mencapai tujuan tersebut.
Analisa
SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang
mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik
SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil
keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara
mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari
peluang (opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths)
mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagimana cara
mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi
nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.
Teknik
ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin proyek riset pada Universitas
Stanford pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dengan menggunakan data dari
perusahaan-perusahaan Fortune 500. Demikian seperti yang SerbaSeru.Com kutip
dari laman Wikipedia Indonesia.
Analisa SWOT (SWOT
Analysis) adalah suatu metode perencanaan strategis yang digunakan untuk
mengevaluasi faktor-faktor yang menjadi kekuatan (Strengths), Kelemahan (Weaknesses),
Peluang (Opportunities), dan Ancaman (Threats) yang mungkin terjadi dalam
mencapai suatu tujuan dari kegiatan proyek/kegiatan usaha atau
institusi/lembaga dalam skala yang lebih luas. Untuk keperluan tersebut
diperlukan kajian dari aspek lingkungan baik yang berasal dari lingkungan
internal maupun eskternal yang mempengaruhi pola strategi institusi/lembaga
dalam mencapai tujuan.
Dilihat dari sejarahnya
dan penggunaannya saat ini, metode SWOT banyak dipakai di dunia bisnis dalam
menetapkan suatu perencanaan strategi perusahaan (strategic planning) sehingga
literatur mengenai metode ini banyak berkaitan dengan aspek penerapan di dunia
bisnis meskipun pada beberapa analisa ditemukan pula penggunaan SWOT untuk
kepentingan public policy. Metode SWOT pertama kali digunakan oleh Albert
Humphrey yang melakukan penelitian di Stamford University pada tahun 1960-1970
dengan analisa perusahaan yang bersumber dalam Fortune 500. Meskipun demikian,
jika ditarik lebih ke belakang analisa ini telah ada sejak tahun 1920-an
sebagai bagian dari Harvard Policy Model yang dikembangkan di Harvard Business
School. Namun pada saat pertama kali digunakan terdapat beberapa kelemahan
utama di antaranya analisa yang dibuat masih bersifat deskripstif dan
belum/tidak menghubungkan dengan strategi-strategi yang mungkin bisa
dikembangkan dari analisa kekuatan-kelemahan yang telah dilakukan.
Analisis SWOT merupakan
bagian dari proses perencanaan. Hal utama yang ditekankan adalah bahwa dalam
proses perencanaan tersebut, suatu institusi membutuhkan penilaian mengenai
kondisi saat ini dan gambaran ke depan yang mempengaruhi proses
pencapaian tujuan institusi. Dengan analisa SWOT akan didapatkan karakteristik
dari kekuatan utama, kekuatan tambahan, faktor netral, kelemahan utama
dan kelemahan tambahan berdasarkan analisa lingkungan internal dan eksternal
yang dilakukan. Dari analisa tersebut potensi dari suatu institusi untuk bisa
maju dan berkembang dipengaruhi oleh : bagaimana institusi memanfaatkan
pengaruh dari luar sebagai kekuatan tambahan serta pengaruh lokal dari dalam
yang terdapat empat langkah utama yang harus dilakukan, yaitu :
1. Mengidentifikasi existing strategy
yang telah ada dalam institusi sebelumnya. Strategi ini bisa jadi bukan
merupakan strategi yang disusun berdasarkan kebutuhan institusi menghadapi
gejala perubahan lingkungan eskternal yang ada melainkan merupakan strategi
turunan yang telah ada sejak lama dipegang institusi.
2. Mengidentifikasi perubahan-perubahan
lingkungan yang dihadapi institusi dan masih mungkin terjadi di masa mendatang.
3. Membuat cross tabulation antara strategi
yang ada saat ini dengan perubahan lingkungan yang ada.
4. Menentukan katagorisasi kekuatan dan
kelemahan berdasarkan penilaian apakah strategi yang saat ini ada masih sesuai
dengan perubahan lingkungan di masa mendatang : Jika masih sesuai strategi
tersebut menjadi kekuatan/peluang, dan sudah tidak sesuai merupakan kelemahan.
B. FAKTOR-FAKTOR
ANALISIS SWOT
Analisis SWOT terdiri
dari empat faktor, yaitu:
1.
Strengths(kekuatan)
merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada.Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada.Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
2.
Weakness(kelemahan)
merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada.Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada.Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
3.
Opportunities(peluang)
merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar.
merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar.
4. Threats(ancaman)
merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
Setelah
itu dibuat pemetaan analisis SWOT maka dibuatlah tabel matriks dan ditentukan
sebagai tabel informasi SWOT. Kemudian dilakukan pembandingan antara faktor
internal yang meliputi Strength dan Weakness dengan faktor luar Opportunity dan
threat. Setelah itu kita bisa melakukan strategi alternatif untuk dilaksanakan.
Strategi yang dipilih merupakan strategi yang paling menguntungkan dengan
resiko dan ancaman yang paling kecil.Selain pemilihan alternatif analisis Swot
juga bisa digunakan untuk melakukan perbaikan dan improvisasi. dengan
mengetahui kelebihan (Strength dan opportunity) dan kelemahan kita (weakness
dan threat), maka kita melakukan strategi untuk melakukan perbaikan diri.
Mungkin salah satu strateginya dengan meningkatkan Strength dan opportunity
atau melakukan strategi yang lain yaitu mengurangi weakness dan threat.
C.
Faktor Lingkungan dalam Analisis SWOT
Walaupun terdapat
beberapa metode penentuan faktor SWOT, secara umum terdapat keseragaman bahwa
penentuan tersebut akan tergantung dari faktor lingkungan yang berada di luar
institusi. Faktor lingkungan eksternal mendapatkan prioritas lebih dalam
penentuan strategi karena pada umumnya faktor-faktor ini berada di luar kendali
institusi (exogen) sementara faktor internal merupakan faktor-faktor yang lebih
bisa dikendalikan.
Faktor-faktor yang
menjadi kekuatan-kelemahan peluang dan ancaman.
1. Kekuatan dan Kelemahan. Kekuatan adalah faktor internal yang ada
di dalam institusi yang bisa digunakan untuk menggerakkan institusi ke depan.
Suatu kekuatan / strenghth (distinctive competence) hanya akan menjadi
competitive advantage bagi suatu institusi apabila kekuatan tersebut terkait
dengan lingkungan sekitarnya, misalnya apakah kekuatan itu dibutuhkan atau bisa
mempengaruhi lingkungan di sekitarnya. Jika pada instutusi lain juga terdapat
kekuatan yang dan institusi tersebut memiliki core competence yang sama, maka
kekuatan harus diukur dari bagaimana kekuatan relatif suatu institusi
dibandingkan dengan institusi yang lain. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak
semua kekuatan yang dimiliki institusi harus dipaksa untuk dikembangkan karena
adakalanya kekuatan itu tidak terlalu penting jika dilihat dari lingkungan yang
lebih luas. Hal-hal yang menjadi opposite dari kekuatan adalah kelemahan.
Sehingga sama dengan kekuatan, tidak semua kelemahan dari institusi harus
dipaksa untuk diperbaiki terutama untuk hal-hal yang tidak berpengaruh pada
lingkungan sekitar.
2. Peluang dan Ancaman. Peluang adalah faktor yang di dapatkan dengan
membandingkan analisa internal yang dilakukan di suatu institusi (strenghth dan
weakness) dengan analisa internal dari kompetitor lain. Sebagaimana kekuatan
peluang juga harus diranking berdasarkan success probbility, sehingga tidak
semua peluang harus dicapai dalam target dan strategi institusi. Peluang dapat
dikatagorikan dalam tiga tingkatan :
a. Low, jika memiliki daya tarik dan manfaat yang kecil dan peluang
pencapaiannya juga kecil.
b. Moderate : jika memiliki daya tarik dan manfaat yang besar namun
peluang pencapaian kecil atau sebaliknya.
c. Best, jika memiliki daya tarik dan manfaat yang tinggi serta
peluang tercapaianya besar.
3. Ancaman adalah segala sesuatu yang terjadi akibat trend
perkembangan (persaingan) dan tidak bisa dihindari. Ancaman juga bisa dilihat
dari tingkat keparahan pengaruhnya (serousness) dan kemungkinan terjadinya
(probability of occurance). Sehingga dapat dikatagorikan :
a. Ancaman utama (major threats), adalah ancaman yang kemungkinan
terjadinya tinggi dan dampaknya besar. Untuk ancaman utama ini, diperlukan
beberapa contingency planning yang harus dilakukan institusi untuk
mengantisipasi.
b. Ancaman tidak utama (minor threats), adalah ancaman yang dampaknya
kecil dan kemungkinan terjadinya kecil
c. Ancaman moderate, berupa kombinasi tingkat keparahan yang tinggi
namun kemungkinan terjadinya rendah dan sebaliknya.
Sehingga dari kacamata analisa lingkungan eksternal dapat dijelaskan
bahwa :
a.
Suatu institusi
dikatakan memiliki keunggulan jika memiliki major opportunity yang besar dan
major threats yang kecil
b.
Suatu institusi
dikatakan spekulatif jika memiliki high opportunity dan threats pada saat yang
sama
c.
Suatu institusi dikatakan
mature jika memiliki low opportunity dan threat
d.
Suatu institusi
dikatakan in trouble jika memiliki low opportinity dan high threats.
D. Visi dan
Misi
1. Pengertian
Visi adalah suatu pandangan jauh
tentang perusahaan, tujuan - tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan
untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang. Visi itu tidak dapat
dituliskan secara lebih jelas menerangkan detail gambaran sistem yang
ditujunya, dikarenakan perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi
selama masa yang panjang tersebut.
Beberapa persyaratan yang hendaknya
dipenuhi oleh suatu pernyataan visi:
a. Berorientasi
ke depan
b. Tidak
dibuat berdasarkan kondisi saat ini
c. Mengekspresikan
kreatifitas
d. Berdasar
pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat
Misi adalah pernyataan tentang apa
yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan Visi
2. Tujuan
Tujuan penetapan visi antara lain adalah :
a. mencerminkan apa yang akan dicapai
b. memberikan arah dan fokus strategi yang jelas
c. menjadi perekat dan menyatukan berbagai gagasan strategic
d. memiliki orientasi terhadap
masa depan.
3.
Kriteria Visi
Meskipun sifatnya adalah impian, visi harus memenuhi kriteria di antaranya
adalah :
a. Dapat dibayangkan oleh seluruh anggota organisasi
b. Mengandung nilai yang diinginkan oleh anggota organisasi
c. Memungkinkan untuk dicapai
d. Terfokus pada efisiensi, efektivitas dan ekonomis
e. Berwawasan jangka panjang tetapi tidak mengabaikan perkembangan
zaman
f. Dapat dikomunikasikan dan dimengerti oleh seluruh anggota
organisasi.
Dari visi akan
dituangkan cara yang digunakan institusi dalam mencapai visi. Secara konseptual
cara tersebut akan tertuang dalam misi dan secara aplikatif akan terlihat dalam
strategi.
E Metode Survey
Untuk mendapatkan
informasi dari berbagai narasumber melalui analisis SWOT di atas digunakan
metode survey dengan frame sample pihak-pihak (stakeholders) yang bisa
memberikan penilaian aspek internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja
suatu institusi atau lembaga. Untuk itu, dibutuhkan langkah-langkah sebagai
berikut:
1. Melakukan Focus Group Discussion
(FGD) untuk mendapatkan gambaran awal dari peta permasalahan yang ada di
institusi. FGD harus dilakukan dengan komprehensif artinya melibatkan seluruh
stakeholders sehingga peta yang terbentuk telah mewakili seluruh kepentingan
stakeholders. Karena sifatnya yang bersumber dari informasi kualitatif
pemilihan responden yang credible sangat mempengaruhi hasil akhir dari analisa
SWOT sehingga hendaknya harus dilakukan dengan beberapa kualifikasi.
2. Pembuatan kuesioner SWOT
berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan dalam FGD. Secara umum kuesioner
ini memiliki katagorisasi penilaian sebagai berkut:
a. Penilaian faktor internal dan eksternal. Di sini responden
membrikan preferensi opini terhadap faktor-faktor internal dan eksternal dari
institusi pada saat ini dan perkiraan di masa mendatang.
b. Penilaian urgensi. Di sini responden diminta untuk menilai tingkat
urgensi faktor tersebut untuk ditangani. Penilaian ini berhubungan dengan skala
prioritas dalam menyelesaikan persoalan-persoalan pembangunan yang tercermin
melalui faktor-faktor yang dinilai. Faktor inilah yang kemudian terkatagori
sebagai kekuatan atau kelemahan (dari analisa internal)
dan peluang atau ancaman (dari analisa eksternal).
c. Setelah kuesioner terisi dan terkumpul semua, penilaian faktor
dilakukan dengan meranking bobot penilaian pada ”penilaian responden” yang
memiliki nilai maksimal 6 dan minimal 1. Faktor-faktor yang memiliki nilai di
atas median (atau rata-rata dilihat dari persebaran distribusi probabilitasnya)
disebut dengan ”kekuatan” pada analisa internal dan ”peluang” pada analisa
eskternal. Sebaliknya faktor-faktor yang memiliki nilai penilaian di bawah
median disebut dengan ”kelemahan” pada analisa internal dan ”ancaman” pada
analisa eksternal.
d. Membentuk suatu kuadran faktor pembangunan, yaitu suatu blok yang
menjelaskan posisi dari kombinasi faktor internal dan eksternal pembangunan,
dengan kombinasi : kekuatan-peluang (S-O), kekuatan-ancaman (S-T),
kelemahan-peluang (W-O) dan kelemahan-ancaman (W-T). Sebelum menentukan kuadran
pembangunan, harus dilihat terlebih dahulu uji konsistensi dari pengolahan
kuesioner SWOT.
e. Membuat pola strategi pembangunan berdasarkan Indeks Penilaian
Kuadran. Prioritas strategi pembangunan berdasarkan skenario ini ditetapkan
dengan menjalankan kombinasi kebijakan dengan indeks nilai paling kecil
berurutan ke yang paling besar. Dengan kata lain, daerah akan berusaha untuk
mengatasi seluruh faktor yang paling lemah yang dimiliki untuk kemudian beralih
pada kombinasi strategi yang telah memiliki indeks baik/tinggi. Dari contoh di
atas strategi pembangunan yang dilakukan institusi akan bergerak dari WT_ ST_
WO_ SO.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Analisis Swot adalah sebuah bentuk
analisis situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran).
Analisis ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai faktor masukan, yang
kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing.
Analisis Swot sangat penting
perannya dalam meningkatkan mutu pendidikan karena analisis dan gambaran yang
diberikan merupakan tolok ukur dalam mengembangkan lembaga/satuan pendidikan
lebih lanjut.Setelah analisis, perlu dirumuskan visi, misi, tujuan, dan program kerja yang
lebih konkrit.
B.
Saran
Diakhir makalah ini penulis memberikan saran kepada
berbagai pihak agar semakin termotivasi dalam mengembangkan pendidikan di
Indonesia.
1.
Kepada penyelenggara pendidikan (guru
dan kepala sekolah)
a.
Diharapkan kepada guru selalu
mengadakan evaluasi pembelajaran
b.
Kepala sekolah mampu menyusun Anlisis
SWOT secara berkala agar mampu mengatasi kelemahan yang dimiliki sekolahnya dan
melihat peluang kedepannya
c.
Didalam menyusun renstra untuk sekolah
diharapkan tetap berkilblatlan kepada renstra kemendikbud.
2.
Kepada mahasiswa calon guru
a.
Belajar lebih giat lagi sehingga ketika
kita terjun ke sekolah sudah siap untuk menjadi guru yang berkualitas tidak
hanya dari segi mental dan fisik saja, tetapi juga penguasaan materi.
b.
Pandai-pandailah dalam membuat analisis
SWOT karena dengan membuat analisis SWOT berarti itu upaya nyata kita untuk
meningkatkan kualitas sebuah lembaga.
DAFTAR PUSTAKA
Akdon. 2007. Strategic Management For Educational Management (Manajemen
Strategik untuk Manajemen Pendidikan ). Bandung : Alfabeta.
-------------.
2010. Laporan Evaluasi Diri. Bandung:
jurnal Online Universitas Pendidikan Indonesia.
Kemendiknas.
2010. RENCANA STRATEGIS Kementrian
Pendidikan Nasional 2010-2014. Jakarta: KEMENDIKNAS
Education. To Look
Good, We’ve got to Be Good.
Vocationnal
EducationGlass, N.M., (1991),Pro –active Manajement : How to Improve Your
0 Response to "Analisis SWOT dan Methodenya"
Post a Comment