Mengakrabkan Diri dengan Literasi
Belakangan ini pembelajaran berbasis literasi menjadi trend baru dalam dunia pendidikan. Hal ini bermula ketika Kemendikbudristek melucurkan assesmen baru untuk memotret sejauh mana raport suatu sekolah, assesmen tersebut diberi nama Assesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Tidak lama kemudian Kemenag juga mengeluarkan Asesmen Kompetisi Madrasah Indonesia (AKMI). AKMI adalah asesmen yang dilakukan pada siswa madrasah sebagai metode penilaian yang komprehensif untuk mendiagnosis kelebihan dan kelemahan siswa pada literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains dan literasi sosial budaya termasuk survei karakter. Secara garis besar memiliki tujuan yang sama yaitu untuk memperbaiki kualitas pendidikan nasional.
Namun sangat disayangkan jika ada guru yang
tidak memahami literasi, memahami bentuk soalnya, dan tentunya sebagai pendidik
harus mampu menciptakan stimulus yang relevan dengan perkembangan zaman. Atas dasar
itulah penulis mencoba membuat tulisan ini, bukan untuk tujuan menggurui hanya
sekedar berbagi.
A. Pengertian Literasi menurut
Para Ahli
Literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami
informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Dalam perkembangannya,
definisi literasi selalu berevolusi sesuai dengan tantangan dan kebutuhan zaman.
Jika dulu definisi literasi adalah kemampuan membaca dan menulis, sekarang
definisi baru dari literasi menunjukkan pengertian baru dalam upaya memaknai
literasi dan pembelajarannya. Hakikat ber-literasi secara kritis dalam
masyarakat demokratis diringkas dalam lima verba: memahami, meliputi,
menggunakan, menganalisis, dan mentransformasi teks. Kesemuanya merujuk pada kompetensi
atau kemampuan yang lebih dari sekedar kemampuan membaca dan menulis.
Dan secara etimologis istilah literasi sendiri berasal dari
bahasa Latin “literatur” yang artinya adalah orang yang belajar. Dalam hal ini,
literasi sangat berhubungan dengan proses membaca dan menulis.
Berikut beberapa pengertian literasi menurut para ahli;
1. Menurut Elizabeth
Sulzby
Menurut Elizabeth Sulzby “1986”, Literasi adalah kemampuan
berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi “membaca, berbicara,
menyimak dan menulis” dengan cara yang berbeda sesuai dengan tujuannya. Jika
didefinisikan secara singkat, definisi literasi yaitu kemampuan menulis dan
membaca.
2. Menurut Harvey J.
Graff
Menurut Harvey J. Graff “2006”, Literasi adalah suatu kemampuan
dalam diri seseorang untuk menulis dan membaca.
3. Menurut Jack Goody
Menurut Jack Goody, Literasi adalah suatu kemampuan seseorang
dalam membaca dan juga menulis.
4. Menurut Merriam –
Webster
Menurut kamus online Merriam – Webster, Literasi ialah suatu
kemampuan atau kualitas melek aksara di dalam diri seseorang dimana di dalamnya
terdapat kemampuan membaca, menulis dan juga mengenali serta memahami ide-ide
secara visual.
5. Menurut UNESCO
Menurut UNESCO “The United Nations Educational, Scientific and
Cultural Organization”, Pengertian literasi ialah seperangkat keterampilan
nyata, terutama keterampilan dalam membaca dan menulis yang terlepas dari
konteks yang mana ketrampilan itu diperoleh serta siapa yang memperolehnya.
6. Menurut NAEYC
Menurut NAEYC, Literasi adalah suatu kegiatan atau aktivitas
yang dapat mendorong anak-anak untuk berkembang sebagai pembaca serta penulis
sehingga dalam hal ini sangat membutuhkan yang namanya interaksi dengan
seseorang yang menguasai literasi.
7. Menurut Education
Development Center (EDC)
Education Development Center (EDC) menyatakan bahwa Literasi
lebih dari sekedar kemampuan baca tulis. Namun lebih dari itu, Literasi adalah
kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan skill yang dimiliki
dalam hidupnya. Dengan kata lain bahwa literasi mencakup kemampuan membaca kata
dan membaca dunia
B. Tujuan Literasi
Adanya paradigma
literasi ini tentu bukan tanpa tujuan yang nyata. Melihat dari berbagai
pengertian yang telah disebutkan diatas oleh para ahli dapat diambil beberapa
tujuan literasi antara lain yaitu:
1.
Memperkuat nilai
kepribadian dengan membaca dan menulis
2.
Dapat mengembangkan
dan menumbuhkan budi pekerti yang baik
3.
Memberikan penilaian
kritis pada karya seseorang
4.
Dapat meningkatkan
pengetahuan yang dimiliki dengan cara membaca segala macam informasi yang
bermanfaat.
5.
Dapat meningkatkan
pemahaman seseorang dalam mengambil intisari dari suatu bacaan.
C. Manfaat Literasi
Selain memiliki
tujuan, literasi juga memiliki beberapa manfaat bagi kita semua, diantaranya:
1. Melatih dalam hal menulis serta juga merangkai
kata yang bermakna
2. Menambah kosa kata
3. Meningkatkan fokus dan konsentrasi seseorang
4. Mengoptimalkan kerja otak
5. Mempertajam diri didalam menangkap makna dari
suatu informasi yang sedang dibaca.
6. Melatih kemampuan berpikir dan menganalisa
7. Menambah wawasan dan informasi baru
8. Mengembangkan kemampuan verbal
9. Meningkatkan kemampuan interpersonal.
Secara umum, ada enam jenis literasi; literasi baca tulis, literasi numerasi,
literasi sains, literasi finansial, literasi digital, literasi budaya dan
kewargaan.
1. Literasi baca dan
tulis
Literasi baca dan
tulis adalah pengetahuan dan kecakapan untuk membaca, menulis, mencari,
menelusuri, mengolah, dan memahami informasi untuk menganalisis, menanggapi,
dan menggunakan teks tertulis untuk mencapai tujuan, mengembangkan pemahaman
dan potensi, serta untuk berpartisipasi di lingkungan sosial.
2. Literasi numerasi
Literasi numerasi
adalah pengetahuan dan kecekapan untuk:
(a) bisa memperoleh,
menginterpretasikan, menggunakan, dan mengkomunikasikan berbagai macam angka
dan simbol matematika untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam
konteks kehidupan sehari-hari;
(b) bisa menganalisis
informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, dsb.)
untuk mengambil keputusan.
3. Literasi sains
Literasi sains adalah
pengetahuan dan kecakapan ilmiah untuk mampu mengidentifikasi pertanyaan,
memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta mengambil
simpulan berdasarkan fakta, memahami karakteristik sains, membangun kesadaran
bagaimana sains dan teknologi membentuk lingkungan alam, intelektual dan
budaya, serta meningkatkan kemauan untuk terlibat dan peduli dalam isu-isu yang
terkait sains.
4. Literasi digital
Literasi digital
adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat
komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat
informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan
patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan
sehari-hari.
5. Literasi finansial
Literasi finansial
adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan :
1.
pemahaman tentang
konsep dan risiko,
2.
keterampilan, dan
3.
motivasi dan pemahaman
agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks finansial untuk
meningkatkan kesejahteraan finansial, baik individu maupun sosial, dan dapat
berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat.
6. Literasi budaya
Literasi budaya adalah
pengetahuan dan kecakapan dalam memahami dan bersikap terhadap kebudayaan
Indonesia sebagai identitas bangsa. Sementara itu, literasi kewargaan adalah
pengetahuan dan kecakapan dalam memahami hak dan kewajiban sebagai warga
masyarakat.
D. Bentuk Soal
Literasi
Soal literasi memiliki stimulus, sehingga
untuk menyelesaikan soal literasi siswa harus membaca teks, diagram, grafik, table,
dan infografis. Jawaban bisa tersirat atau pun tersurat. Stimulus yang
digunakan dalam literasi pun harus memiliki keterkaitan dengan kehidupan nyata
atau juga dapat dikatikan dengan pelajaran lain. Beberapa bentuk soal yang
dapat kita gunakan untuk membuat soal literasi sebagai berikut;
2. Pilihan Ganda Kompleks
3. Menjodohkan
4. Benar Salah
5. Menjawab Singkat
6. Uraian
Demikian tulisan ini
saya buat, jika bermanfaat mohon untuk membagikan, komen, dan like pada tulisan
ini.
Salam Literasi
Keren Kak
ReplyDeleteterima kasih kak
ReplyDelete