ANALISIS SWOT - SEMUA TENTANG PENDIDIKAN, BAHASA, DAN SASTRA INDONESIA

ANALISIS SWOT



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Seiring dengan perkembangan zaman untuk menghadapi persaingan dan untuk meningkatkan kualitas sebuah lembaga maka dirasa perlu adanya analisis kelebihan, kelemahan, peluang dan tantangan atau lebih kita kenal dengan analisis SWOT. Pada mulanya analisis SWOT hanya berkembang dalam dunia bisnis saja, namun kini telah merambah ke semua bidang termasuk bidang pendidikan.
Dalam dunia pendidikan analisis SWOT digunakan untuk mengetahui keunggulan suatu sekolah, kelemahan suatu sekolah, kesempatan atau peluang di masa mendatang, dan tantangan yang mungkin muncul. Oleh karena itu analisis SWOT dibuat secara objektif dan jujur. Semua guru pun diharapkan mampu menyusunnya sehingga benar-benar memahami kebutuhan akan sekolahnya, karena maju atau mundurnya suatu sekolah bukan hanya bergantung pada kepala sekolah saja, tetapi juga pada guru yang mengajarnya.
Namun pada kenyataatnnya tidak semua guru mampu menyusun analisis SWOT. Hal ini dikarenakan beberapa faktor diantaranya ketidaktahuan guru dalam analisis SWOT.
Oleh karena itu penulis tertarik unuk menyusun makalah dengan judul ‘Analisis SWOT Dalam Dunia Pendidikan’

B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas maka rrumusan masalah yang penulis susun adalah:
1.      Apa pengertian analisis SWOT?
2.      Apa saja faktor lingkungan dalam analisis SWOT?
3.      Apa pengertian visi dan misi?
4.      Metode apa yang dapat digunakan dalam analisis SWOT?
C.      Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah:
1.      Mengetahui pengertian analisis SWOT.
2.      Mengetahui faktor lingkungan dalam analisis SWOT.
3.      Mengetahui pengertian visi dan misi.
4.      Mengetahui metode yang dapat digunakan dalam analisis SWOT
D.      Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan makalah ini adalah:
1.      Secara Teoretis
Makalah ini dapat digunakan untuk menambah materi tentang analisis SWOT dan langkah-langkah dalam membuat analisis SWOT dalam dunia pendidikan.




2.    Secara Praktis
a.    Untuk guru
Makalah ini dapat digunakan oleh guru untuk menjadi acuan dalam membuat analisi SWOT di sekolahnya.
b.    Untuk kepala sekolah
Makalah ini dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh kepala sekolah dalam mengembangkan analisis SWOT yang selama ini telah disusun.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Analisis SWOT
Analisa SWOT (SWOT Analysis) adalah suatu metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi faktor-faktor yang menjadi kekuatan (Strengths), Kelemahan (Weaknesses), Peluang (Opportunities), dan Ancaman (Threats) yang mungkin terjadi dalam mencapai suatu tujuan dari kegiatan proyek/kegiatan usaha atau institusi/lembaga dalam skala yang lebih luas. Untuk keperluan tersebut diperlukan kajian dari aspek lingkungan baik yang berasal dari lingkungan internal maupun eskternal yang mempengaruhi pola strategi institusi/lembaga dalam mencapai tujuan.
Dilihat dari sejarahnya dan penggunaannya saat ini, metode SWOT banyak dipakai di dunia bisnis dalam menetapkan suatu perencanaan strategi perusahaan (strategic planning) sehingga literatur mengenai metode ini banyak berkaitan dengan aspek penerapan di dunia bisnis meskipun pada beberapa analisa ditemukan pula penggunaan SWOT untuk kepentingan public policy. Metode SWOT pertama kali digunakan oleh Albert Humphrey yang melakukan penelitian di Stamford University pada tahun 1960-1970 dengan analisa perusahaan yang bersumber dalam Fortune 500. Meskipun demikian, jika ditarik lebih ke belakang analisa ini telah ada sejak tahun 1920-an sebagai bagian dari Harvard Policy Model yang dikembangkan di Harvard Business School. Namun pada saat pertama kali digunakan terdapat beberapa kelemahan utama di antaranya analisa yang dibuat masih bersifat deskripstif dan belum/tidak menghubungkan dengan strategi-strategi yang mungkin bisa dikembangkan dari analisa kekuatan-kelemahan yang telah dilakukan.
Analisis SWOT merupakan bagian dari proses perencanaan. Hal utama yang ditekankan adalah bahwa dalam proses perencanaan tersebut, suatu institusi membutuhkan penilaian mengenai kondisi saat ini dan gambaran ke depan yang mempengaruhi proses pencapaian tujuan institusi. Dengan analisa SWOT akan didapatkan karakteristik dari kekuatan utama, kekuatan tambahan, faktor netral,  kelemahan utama dan kelemahan tambahan berdasarkan analisa lingkungan internal dan eksternal yang dilakukan. Dari analisa tersebut potensi dari suatu institusi untuk bisa maju dan berkembang dipengaruhi oleh : bagaimana institusi memanfaatkan pengaruh dari luar sebagai kekuatan tambahan serta pengaruh lokal dari dalam yang terdapat empat langkah utama yang harus dilakukan, yaitu :
1.  Mengidentifikasi existing strategy yang telah ada dalam institusi sebelumnya. Strategi ini bisa jadi bukan merupakan strategi yang disusun berdasarkan kebutuhan institusi menghadapi gejala perubahan lingkungan eskternal yang ada melainkan merupakan strategi turunan yang telah ada sejak lama dipegang institusi.
2. Mengidentifikasi perubahan-perubahan lingkungan yang dihadapi institusi dan masih mungkin terjadi di masa mendatang.
3. Membuat cross tabulation antara strategi yang ada saat ini dengan perubahan lingkungan yang ada.
4. Menentukan katagorisasi kekuatan dan kelemahan berdasarkan penilaian apakah strategi yang saat ini ada masih sesuai dengan perubahan lingkungan di masa mendatang : Jika masih sesuai strategi tersebut menjadi kekuatan/peluang, dan sudah tidak sesuai merupakan kelemahan.

B.     Faktor Lingkungan dalam Analisis SWOT
Walaupun terdapat beberapa metode penentuan faktor SWOT, secara umum terdapat keseragaman bahwa penentuan tersebut akan tergantung dari faktor lingkungan yang berada di luar institusi. Faktor lingkungan eksternal mendapatkan prioritas lebih dalam penentuan strategi karena pada umumnya faktor-faktor ini berada di luar kendali institusi (exogen) sementara faktor internal merupakan faktor-faktor yang lebih bisa dikendalikan.
Faktor-faktor yang menjadi kekuatan-kelemahan peluang dan ancaman.
1.    Kekuatan dan Kelemahan. Kekuatan adalah faktor internal yang ada di dalam institusi yang bisa digunakan untuk menggerakkan institusi ke depan. Suatu kekuatan / strenghth (distinctive competence) hanya akan menjadi competitive advantage bagi suatu institusi apabila kekuatan tersebut terkait dengan lingkungan sekitarnya, misalnya apakah kekuatan itu dibutuhkan atau bisa mempengaruhi lingkungan di sekitarnya. Jika pada instutusi lain juga terdapat kekuatan yang dan institusi tersebut memiliki core competence yang sama, maka kekuatan harus diukur dari bagaimana kekuatan relatif suatu institusi dibandingkan dengan institusi yang lain. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak semua kekuatan yang dimiliki institusi harus dipaksa untuk dikembangkan karena adakalanya kekuatan itu tidak terlalu penting jika dilihat dari lingkungan yang lebih luas. Hal-hal yang menjadi opposite dari kekuatan adalah kelemahan. Sehingga sama dengan kekuatan, tidak semua kelemahan dari institusi harus dipaksa untuk diperbaiki terutama untuk hal-hal yang tidak berpengaruh pada lingkungan sekitar.
2.    Peluang dan Ancaman. Peluang adalah faktor yang di dapatkan dengan membandingkan analisa internal yang dilakukan di suatu institusi (strenghth dan weakness) dengan analisa internal dari kompetitor lain. Sebagaimana kekuatan peluang juga harus diranking berdasarkan success probbility, sehingga tidak semua peluang harus dicapai dalam target dan strategi institusi. Peluang dapat dikatagorikan dalam tiga tingkatan :
a.       Low, jika memiliki daya tarik dan manfaat yang kecil dan peluang pencapaiannya juga kecil.
b.      Moderate : jika memiliki daya tarik dan manfaat yang besar namun peluang pencapaian kecil atau sebaliknya.
c.       Best, jika memiliki daya tarik dan manfaat yang tinggi serta peluang tercapaianya besar.
3.    Ancaman adalah segala sesuatu yang terjadi akibat trend perkembangan (persaingan) dan tidak bisa dihindari. Ancaman juga bisa dilihat dari tingkat keparahan pengaruhnya (serousness) dan kemungkinan terjadinya (probability of occurance). Sehingga dapat dikatagorikan :
a.       Ancaman utama (major threats), adalah ancaman yang kemungkinan terjadinya tinggi dan dampaknya besar. Untuk ancaman utama ini, diperlukan beberapa contingency planning yang harus dilakukan institusi untuk mengantisipasi.
b.      Ancaman tidak utama (minor threats), adalah ancaman yang dampaknya kecil dan kemungkinan terjadinya kecil
c.       Ancaman moderate, berupa kombinasi tingkat keparahan yang tinggi namun kemungkinan terjadinya rendah dan sebaliknya.
Sehingga dari kacamata analisa lingkungan eksternal dapat dijelaskan bahwa :
a.              Suatu institusi dikatakan memiliki keunggulan jika memiliki major opportunity yang besar dan major threats yang kecil
b.              Suatu institusi dikatakan spekulatif jika memiliki high opportunity dan threats pada saat yang sama
c.              Suatu institusi dikatakan mature jika memiliki low opportunity dan threat
d.             Suatu institusi dikatakan in trouble jika memiliki low opportinity dan high threats.
C.  Visi dan Misi
1.      Pengertian
Visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan - tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang. Visi itu tidak dapat dituliskan secara lebih jelas menerangkan detail gambaran sistem yang ditujunya, dikarenakan perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi selama masa yang panjang tersebut.
Beberapa persyaratan yang hendaknya dipenuhi oleh suatu pernyataan visi:
a.       Berorientasi ke depan
b.      Tidak dibuat berdasarkan kondisi saat ini
c.       Mengekspresikan kreatifitas
d.      Berdasar pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat
Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan Visi
2.      Tujuan
Tujuan penetapan visi antara lain adalah :
a.    mencerminkan apa yang akan dicapai
b.    memberikan arah dan fokus strategi yang jelas
c.    menjadi perekat dan menyatukan berbagai gagasan strategic
d.    memiliki orientasi terhadap masa depan.
3.      Kriteria Visi
Meskipun sifatnya adalah impian, visi harus memenuhi kriteria di antaranya adalah :
a.       Dapat dibayangkan oleh seluruh anggota organisasi
b.      Mengandung nilai yang diinginkan oleh anggota organisasi
c.       Memungkinkan untuk dicapai
d.      Terfokus pada efisiensi, efektivitas dan ekonomis
e.       Berwawasan jangka panjang tetapi tidak mengabaikan perkembangan zaman
f.       Dapat dikomunikasikan dan dimengerti oleh seluruh anggota organisasi.
Dari visi akan dituangkan cara yang digunakan institusi dalam mencapai visi. Secara konseptual cara tersebut akan tertuang dalam misi dan secara aplikatif akan terlihat dalam strategi.

D.    Metode Survey
Untuk mendapatkan informasi dari berbagai narasumber melalui analisis SWOT di atas digunakan metode survey dengan frame sample pihak-pihak (stakeholders) yang bisa memberikan penilaian aspek internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja suatu institusi atau lembaga. Untuk itu, dibutuhkan langkah-langkah sebagai berikut:
1.      Melakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk mendapatkan gambaran awal dari peta permasalahan yang ada di institusi. FGD harus dilakukan dengan komprehensif artinya melibatkan seluruh stakeholders sehingga peta yang terbentuk telah mewakili seluruh kepentingan stakeholders. Karena sifatnya yang bersumber dari informasi kualitatif pemilihan responden yang credible sangat mempengaruhi hasil akhir dari analisa SWOT sehingga hendaknya harus dilakukan dengan beberapa kualifikasi.
2.      Pembuatan kuesioner SWOT berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan dalam FGD. Secara umum kuesioner ini memiliki katagorisasi penilaian sebagai berkut:
a.       Penilaian faktor internal dan eksternal. Di sini responden membrikan preferensi opini terhadap faktor-faktor internal dan eksternal dari institusi pada saat ini dan perkiraan di masa mendatang.
b.      Penilaian urgensi. Di sini responden diminta untuk menilai tingkat urgensi faktor tersebut untuk ditangani. Penilaian ini berhubungan dengan skala prioritas dalam menyelesaikan persoalan-persoalan pembangunan yang tercermin melalui faktor-faktor yang dinilai. Faktor inilah yang kemudian terkatagori sebagai kekuatan atau kelemahan (dari analisa internal) dan peluang atau ancaman (dari analisa eksternal).
c.       Setelah kuesioner terisi dan terkumpul semua, penilaian faktor dilakukan dengan meranking bobot penilaian pada ”penilaian responden” yang memiliki nilai maksimal 6 dan minimal 1. Faktor-faktor yang memiliki nilai di atas median (atau rata-rata dilihat dari persebaran distribusi probabilitasnya) disebut dengan ”kekuatan” pada analisa internal dan ”peluang” pada analisa eskternal. Sebaliknya faktor-faktor yang memiliki nilai penilaian di bawah median disebut dengan ”kelemahan” pada analisa internal dan ”ancaman” pada analisa eksternal.
d.      Membentuk suatu kuadran faktor pembangunan, yaitu suatu blok yang menjelaskan posisi dari kombinasi faktor internal dan eksternal pembangunan, dengan kombinasi : kekuatan-peluang (S-O), kekuatan-ancaman (S-T), kelemahan-peluang (W-O) dan kelemahan-ancaman (W-T). Sebelum menentukan kuadran pembangunan, harus dilihat terlebih dahulu uji konsistensi dari pengolahan kuesioner SWOT.
e.       Membuat pola strategi pembangunan berdasarkan Indeks Penilaian Kuadran. Prioritas strategi pembangunan berdasarkan skenario ini ditetapkan dengan menjalankan kombinasi kebijakan dengan indeks nilai paling kecil berurutan ke yang paling besar. Dengan kata lain, daerah akan berusaha untuk mengatasi seluruh faktor yang paling lemah yang dimiliki untuk kemudian beralih pada kombinasi strategi yang telah memiliki indeks baik/tinggi. Dari contoh di atas strategi pembangunan yang dilakukan institusi akan bergerak dari WT_ ST_ WO_ SO.
BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Analisis Swot adalah sebuah bentuk analisis situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). Analisis ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai faktor masukan, yang kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing.
Analisis Swot sangat penting perannya dalam meningkatkan mutu pendidikan karena analisis dan gambaran yang diberikan merupakan tolok ukur dalam mengembangkan lembaga/satuan pendidikan lebih lanjut.Setelah analisis, perlu dirumuskan visi, misi, tujuan, dan program kerja yang lebih konkrit.
B.  Saran
Diakhir makalah ini penulis memberikan saran kepada berbagai pihak agar semakin termotivasi dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia.
1.      Kepada penyelenggara pendidikan (guru dan kepala sekolah)
a.       Diharapkan kepada guru selalu mengadakan evaluasi pembelajaran
b.      Kepala sekolah mampu menyusun Anlisis SWOT secara berkala agar mampu mengatasi kelemahan yang dimiliki sekolahnya dan melihat peluang kedepannya
c.       Didalam menyusun renstra untuk sekolah diharapkan tetap berkilblatlan kepada renstra kemendikbud.

2.      Kepada mahasiswa calon guru
a.       Belajar lebih giat lagi sehingga ketika kita terjun ke sekolah sudah siap untuk menjadi guru yang berkualitas tidak hanya dari segi mental dan fisik saja, tetapi juga penguasaan materi.
b.      Pandai-pandailah dalam membuat analisis SWOT karena dengan membuat analisis SWOT berarti itu upaya nyata kita untuk meningkatkan kualitas sebuah lembaga.



DAFTAR PUSTAKA

Akdon. 2007. Strategic Management For Educational Management (Manajemen Strategik untuk Manajemen Pendidikan ). Bandung :  Alfabeta.
-------------. 2010. Laporan Evaluasi Diri. Bandung: jurnal Online Universitas Pendidikan Indonesia.
Kemendiknas. 2010. RENCANA STRATEGIS Kementrian Pendidikan Nasional 2010-2014. Jakarta: KEMENDIKNAS


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "ANALISIS SWOT"

Post a Comment