Merawat Kebhenikaan dan Mengokohkan Ke-Indonesia-an Dengan Bahasa Indonesia - SEMUA TENTANG PENDIDIKAN, BAHASA, DAN SASTRA INDONESIA

Merawat Kebhenikaan dan Mengokohkan Ke-Indonesia-an Dengan Bahasa Indonesia



Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki suku bangsa terbanyak di dunia. Berdasarkan data dari BPS pada tahun 2010 Indonesia memiliki 1.340 suku bangsa. Keragaman ini tentu saja aset yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia.
Beberapa faktor yang menyebabkan keragaman ini adalah wilayah Indonesia yang strategis. Indonsia diapit oleh dua samudera yaitu samudera Hindia dan samudera pasifik. Serta diapit oleh benua Asia dan benua Australia. Keadaan geografis Indonesia yang strategis ini dimanfaatkan sebagai jalur lalu lintas perdagangan dunia. Sehingga dulu banyak pedagang dari negara China, Arab, dan dari bangsa-bangsa eropa yang singgah di Indonesia. Pedagang-pedagan inilah yang banyak memberikan pengaruh pada keragaman budaya.
Negara indonesia juga terdiri atas pulau-pulau yang jumlahnya ribuan. Pada salah satu sumber menyebutkan bahwa jumlah pulau di Indonesia sesuai dengan tanggal kemerdekaan yaitu 17.845. Perbedaan tempat tinggal juga mempengaruhi keragaman budaya. Selain sebagai negara kepulauan, wilayah Indonsia juga memiliki perbedaan bentuk muka bumi. Masyarakat di daerah pegunungan tentu memiliki budaya yang berbeda dengan masyarakat daerah pesisir atau pantai.
Keragaman suku bangsa ini tentu juga melahirkan kebudayaan yang berbeda-beda. Suku jawa memiliki perbedaan budaya dengan suku Sunda, Batak, Betawi, dan lain sebagainya.  Salah satu produk dari kebudayaan adalah bahasa.
Dalam pergaulan di masyarakat modern jarak dan perbedaan letak geografis ini tentu bukanlah lagi sebagai hambatan karena tersedianya sarana transportasi dan komunikasi. Kita bisa dengan mudah menjelajah Indonesia dari Sabang sampai Merauke, kita juga dapat berkomunikasi dengan penduduk dari pulau lain. Tidak terbayang seandainya kita tidak memiliki bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia yang telah diakui sebagai bahasa persatuan yang dijunjung tinggi pada saat Kongres Sumpah Pemuda kedua pada tanggal 28 Oktober 1928.
Dengan adanya bahasa persatuan maka suku bangsa di Indonesia yang memiliki keragaman ini sudah seharusnya menggunakan bahasa Indonesia dalam pergaulan nasional demi terciptanta kehidupan berbangsa dan bernegara yang saling menghormati dan toleran terhadap kebudayaan. Walaupun suku jawa sebagai suku terbesar di Indonesia dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia tentu memiliki kedudukan yang sama dengan suku-suku yang lain.
Penggunaan bahasa Indonesia dalam pergaulan nasional adalah salah satu upaya untuk merawat kebhennikaan dan mengokohkan keindonesiaan, karena dengan menggunakan bahasa Indonesia dalam pergaulan nasional berarti kita juga telah menghormati jasa para pemuda yang datang dari berbagai penjuru negeri ini dan berjuang keras menyatukan keragaman di Indonesia.


Referensi
http://virgiolivia.blogspot.co.id/ diakses pada 28 Oktober 2016

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Merawat Kebhenikaan dan Mengokohkan Ke-Indonesia-an Dengan Bahasa Indonesia"

Post a Comment