Peningkatan Kualitas Moral Melalui Sastra - SEMUA TENTANG PENDIDIKAN, BAHASA, DAN SASTRA INDONESIA

Peningkatan Kualitas Moral Melalui Sastra


Disadari atau tidak kehidupan kita selalu bersentuhan dengan sastra. Baik itu sastra dengan media cetak maupun elektronik. Ruang lingkup sastra pun sangat luas karena objeknya adalah manusia hal ini mengacu pada definisi sastra menurut Semi (1988 : 8 ) Sastra adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya menggunakan bahasa sebagai mediumnya.
Sedangkan Panuti Sudjiman mengemukakan bahwa Sastra sebagai karya lisan atau tulisan yang memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keorisinalan, keartistikan, keindahan dalam isi, dan ungkapanya (1986 : 68). Sudah sebagaimana kita ketahui bahwa salah satu sifat manusia adalah mimesis atau meniru sehingga manusia pun meniru ‘keindahan dalam isi’ yang terkandung di dalam sastra.
Lalu apa hubungannya judul esai ini yang menyebutkan peningkatan moral melalui sastra? Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa belakangan ini bangsa kita mengalami degredasi moral yang cukup serius. Hal ini tentu bukan berarti kita mengalami penurunan pula pada sastra yang selama ini digaung-gaungkan sebagai penyelaras jiwa. Sastra kita tetap berjalan dalam koridornya. Yang menjadi permasalahannya adalah bagaimana pembelajaran sastra di sekolah-sekolah? Sudahkah sesuai dengan tujuan pembelajaran sastra?
Pembelajaran sastra di sekolah seharusnya tidak hanya dianggap sebagai penambah wawasan saja dan tidak perlu ada pendalaman khusus. Padalah esensi dari pembelajaran sastra baru dapat kita rasakan jika kita telah berhasil mengpresiasi sastra. S. Effendi mengungkapkan bahwa apresiasi sastra adalah suatu kegiatan menggauli sastra dengan sungguh-sungguh hingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap cipta sastra.
Berdasarkan definisi apresiasi di atas maka dapat disimpulkan bahwa apresiasi adalah kegiatan mengkaji dengan totalitas pada suatu karya sastra sehingga menumbuhkan sikap menghargai, mengasah kemampuan berpikir kritis dan meningkatkan sensifitas terhadap karya sastra. Dengan demkian dapat disimpulkan bahwa melalui sastra kita dapat meningkatkan sensifitas teradap karya sastra. Apa yang disajikan di dalam sastra dapat kita pahami dan kita aplikasikan dalam kehidupan itu.
Mungkin hal yang perlu diubah adalah sistem pembelajaran di negeri kita yang terlalu sedikit mempelajari sastra, karena keterbatasan jam di sekolah menjadikan materi yang dipelajari bias atau tidak mengenai sasarannya. Solusi terbaik adalah guru berinisiatif untuk memberikan jam tambahan atau mendirikan sanggar sastra di sekolah-sekolah. Mungkin dengan cara ini generasi muda dididik untuk memiliki kepekaan yang tinggi terhadap sosial dan belajar dari sastra untuk bertindak sesuai dengan norma-norma yang ada.

Referensi:
Semi, M. Atar. 1988. Anatomi Sastra. Padang: Angkasa Raya
Sudjiman, Panuti. 1986. Kamus Istilah Sastra. Jakarta : Gramedia


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Peningkatan Kualitas Moral Melalui Sastra "

Post a Comment